Ayo ikut wakaf pembebasan tanah ISLAMIC CENTER PLUPUH seluas 1.140 M2 dengan harga 750.000/Meter
Wakaf adalah bagian dari bentuk amal jariyah yang pahalanya terus mengalir hingga dunia berakhir
Dengan Wakaf Mulai dari 1 (satu) M2 kami akan berikan SERTIFIKAT WAKAF yang akan dikirim ke alamat anda dan berapapun wakaf anda insya Allah Anda Akan Mendapatkan :
young-woman-in-headphones-looking-at-remote-4ZG96T5.jpg
”Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, Sedekah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih” (HR. Muslim)
“Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan, kecuali ia akan Bertambah, bertambah, dan bertambah” (HR. Tirmidzi)
Bersihkanlah hartamu dengan zakat, obatilah sakitmu dengan sedekah, dan tolaklah olehmu bencana dengan doa (Hadist Riwayat Ibnu Mas’ud)
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (Qs: Albaqoroh 261)
Dengan Wakaf Pembebasan tanah ISLAMIC CENTER PLUPUH Akan Memberikan dampak Besar :
1. Berdirinya Gedung Dakwah & Pusat Studi Al-Qur'an
sejarah mencatat, kampus tertua di mesir yang telah melahirkan banyak ulama di seluruh dunia yaitu universitas alazhar tanah dan bangunannya dibangun dengan dana wakaf,

Bisa dibayangkan berapa banyak pahala yang didapat yang terus mengalir kepada para muwakif (donatur), harapan kami kedepannya ISLAMIC CENTER ini akan menjadi pusat studi alquran di Plupuh Sragen Jateng indonesia juga dunia.

mari ikut ambil bagian dengan berwakaf pembebasan tanah ISLAMIC CENTER, pastikan nama kita termasuk yang ikut berkontribusi didalamnya.
2. Berdirinya Masjid Sebagai Pusat Peradaban Islam
Mimpi kami adalah dari masjid yang kita bangun di komplek Islamic Center inilah islam di Plupuh bangkit dan kami akan kelola masjid ini seperti masjid masjid percontohan nasional yang sudah ada seperti masjid Jogokaryan Jogyakarta dan masjid Al Falah Sragen.

Bayangkan ketika masjid ini makmur dengan berbagai kegiatan ibadah maka insya Allah disitulah pahala kita akan terus mengalir dari Dana Wakaf yang kita keluarkan.

“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
3. Berdirinya Layanan Kesehatan (KLINIK/RUMAH SAKIT) yang memadai, Professional dan peduli pada Dhuafa
Sehat adalah hal terpenting dalam kehidupan. Sehat adalah mahal harganya. Memberikan pelayanan prima bagi siapa saja yang membutuhkan layanan kesehatan adalah hal yang mulia dan istimewa Barangsiapa yang membantu menghilangkan satu kesedihan (kesusahan) dari sebagian banyak kesusahan orang mukmin ketika didunia maka Allah akan menghilangkan satu kesusahan (kesedihan) dari sekian banyak kesusahan dirinya pada hari kiamat kelak.

Dan barangsiapa yang memberikan kemudahan (membantu) kepada orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membantu memudahkan urusannya didunia dan di akhirat.

Dan barangsiapa yang menutup aib orang muslim , niscaya Allah akan menutup aibnya dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan selalu menolong seorang hamba selama dia gemar menolong saudaranya. (HR. Muslim)
ZAKAT DAPAT MENGURANGI PAJAK

ZAKAT DAPAT MENGURANGI PAJAK

🌻 *Zakat Pengurang Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh)Tunaikan Zakat dan Nikmati Pengurangan Perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Anda!*

Zakat yang dibayarkan Wajib pajak Orang Pribadi atau Badan (Perusahaan) dapat menjadi pengurang perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) pada tahun berkenaan, sepanjang dibayarkan melalui Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

Lazismu termasuk Lembaga Amil Zakat Nasional yang telah disahkan oleh Pemerintah. berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-11/PJ/2017 Lazis Muhammadiyah (Lazismu) memiliki legalitas sebagai Lembaga Amil Zakat pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP).

🌻 *DASAR PENGURANGAN PENGHASILAN KENA PAJAK*

Latar belakang dari pengurangan ini dijelaskan dalam penjelasan Pasal 14 ayat (3) UU 38/1999bahwa pengurangan zakat dari laba/pendapatan sisa kena pajak adalah dimaksudkan agar wajib pajak tidak terkena beban ganda, yakni kewajiban membayar zakat dan pajak. Ketentuan ini masih diatur dalam UU yang terbaru yakni dalam Pasal 22 UU 23/2011: “Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada BAZNAS atau LAZ dikurangkan dari penghasilan kena pajak.”

Hal ini ditegaskan pula dalam ketentuan perpajakan sejak adanya UU No. 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, yakni diatur dalamPasal 4 ayat (3) huruf a nomor 1 yang berbunyi: “Yang tidak termasuk sebagai Objek Pajak adalah: bantuan sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah dan para penerima zakat yang berhak.” Dalam ketentuan pasal tersebut diatur secara eksplisit bahwa yang tidak termasuk objek pajak adalah zakat.

Dengan dikeluarkannya UU No. 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (“UU Pajak Penghasilan”) pasal tersebut mengalami perubahan sehingga berbunyi: “Yang dikecualikan dari objek pajak adalah: bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.”

Ketentuan serupa ditegaskan pula dalam Pasal 9 ayat (1) UU Pajak Penghasilan.

Selain itu, Pasal 1 ayat (1) PP No. 60 Tahun 2010 tentang Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Boleh Dikurangkan dari Penghasilan Bruto juga menentukan: “Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto meliputi:

zakat atas penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah; atau
sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.”
Mekanisme pengurangan zakat dari penghasilan bruto ini dapat kita temui dalam Peraturan Dirjen Pajak No. PER-6/PJ/2011 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Pembayaran dan Pembuatan Bukti Pembayaran atas Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto, sebagai berikut :

🌻 *Pasal 2*

(1). Wajib Pajak yang melakukan pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, wajib melampirkan fotokopi bukti pembayaran pada Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak dilakukannya pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib.

(2). Bukti pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) :

🌻 A) Dapat berupa bukti pembayaran secara langsung atau melalui transfer rekening bank, atau pembayaran melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan

🌻 B) Paling sedikit memuat:

1) Nama lengkap Wajib Pajak dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pembayar;

2) Jumlah pembayaran;

3) Tanggal pembayaran;

4) Nama badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan Pemerintah; dan

5) Tanda tangan petugas dan badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan, yang dibentuk atau disahkan Pemerintah, di bukti pembayaran, apabila pembayaran secara langsung; atau

6) Validasi petugas bank pada bukti pembayaran apabila pembayaran melalui transfer rekening bank.

🌻 *Pasal 3*

Zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto apabila :

a. tidak dibayarkan oleh Wajib Pajak kepada badan amil zakat; lembaga amil zakat; atau lembaga keagamaan, yang dibentuk atau disahkan Pemerintah; dan/atau

b. bukti pembayarannya tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2).

🌻 *Pasal 4*

(1). Pengurangan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak yang bersangkutan dalam Tahun Pajak dibayarkan zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib tersebut.

(2). Dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan, zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib sebagaimana ayat (1) dilaporkan untuk menentukan penghasilan neto. (sumber : www.hukumonline.com)

🌼 *SEMOGA BERMANFAAT*

📲 Mari salurkan Zakat, Infak,dan Sedekah Anda ke Lazismu Plupuh.

Tranfer ke Rek BRI 687901007161539 a.n. Lazismu Plupuh.
Konfirmasi: wa.me/6281225866638

*Yuk follow sosial media kami*⤵️⤵️⤵️
📸 iG : https://bit.ly/LazismuPlupuh
🏠Fp : https://bit.ly/FPLazismuPlupuh
🐥Tw : 🔜
📽️ Yt : http://bit.ly/YouTubeLazismuPlupuh
🌐 Web : https://www.lazismu-plupuh.com
🏢 Kantor : https://maps.app.goo.gl/KDNC6aA77VxeZkqM7

#lazismu
#LazismuPlupuh
#berbagibersama
#bermanfaatuntuknegeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *