Categories
Featured

PUASA MENGHAPUS DOSA

[PUASA MENGHAPUS DOSA]

Dari Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, dari Nabi sa-Llahu ‘alaihi wa sallama bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ [وفي رواية]: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

[رواه البخاري ومسلم]

“Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [dalam riwayat lain]: “Siapa saja yang melakukan qiyam [di malam hari] Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka maka dosanya yang lalu pasti diampuni.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Kesimpulan:

Dari hadits ini, dan bagaimana penjelasan para ulama’ di atas, bisa disimpulkan, bahwa:

• Siapa saja orang Mukmin yang berpuasa dengan dorongan dan dasar keimanan kepada Allah, bahwa ini adalah perintah-Nya, meyakini bahwa ini hukumnya wajib, lalu menjalankannya dengan ikhlas semata untuk-Nya, berharap ridha dan pahala-Nya, maka dosa yang telah dia lakukan sebelumnya, pasti akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

• Siapa saja orang Mukmin yang bangun di malam harinya, untuk mengisi malam Ramadhan dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan dorongan dan dasar keimanan kepada-Nya, bahwa ini adalah perintah-Nya, meyakini keagungan fadhilah-nya, lalu menjalankannya dengan ikhlas semata untuk-Nya, berharap ridha dan pahala-Nya, maka dosa yang telah dia lakukan sebelumnya juga pasti akan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga bisa menjadi orang-orang di antara mereka, sehingga Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mengapuni dosa-dosa kita sebelumnya, dan Ramadhan mengantarkan kita menjadi seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya, tanpa dosa. Aamiin.

Categories
Featured

CARA MENGHAPUS DOSA GHIBAH

🌻[CARA MENGHAPUS DOSA GHIBAH] 🌻

Ghibah merupakan salah satu dosa besar. Namun sebagai manusia biasa, kita pasti pernah berbuat ghibah dan ingin bertaubat. Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang cara menghapus dosa ghibah. Bahwa ghibah merupakan dosa yang berkaitan dengan hak Allah SWT. Sehingga pelakunya dituntut untuk bertaubat dan istighfar.

Juga menyesal serta bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Juga berkaitan dengan hak anak Adam. Sehingga untuk menggugurkan dosa ini, ada syarat selanjutnya yang harus dipenuhi, agar taubatnya diterima dan menjadi sempurna. Di dalam islam, gibah merupakan salah satu dosa yang tak terampuni sehingga perlu banyak cara untuk benar-benar mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Begini Menghapus Dosa Gibah :

1. Mendoakan dan Memohonkan Ampun

Pendapat pertama adalah dengan memohonkan ampunan kepada orang yang dighibah. Para ulama yang memegang pendapat ini di antaranya adalah Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, dan Ibnu Muflih.

Para ulama tersebut berlandaskan pada sebuah hadis dimana Rasulullah bersabda, “Tebusan ghibah adalah engkau memintakan ampun untuk orang yang engkau ghibahi.”

Jadi kita tidak perlu memberitahukan (kepada orang yang kita ghibah) bahwa kita telah membicarakan keburukannya. Memohonkan ampun bisa menjadi tebusan, yang akan menutup kedholiman kita kepada orang yang kita ghibah.

Para ulama juga berpendapat bahwa memberitahukan orang lain bahwa kita telah menggibah mereka akan menimbulkan dampak negatif. Ini dapat membuat orang tersebut sakit hati atau marah. Daripada menimbulkan permusuhan dan menghilangkan rasa kasih sayang di antara manusia, lebih baik cukup mendoakan dan tidak memberitahukan perbuatan ghibah yang kita lakukan.

Dampak negatif tersebut dianggap bertentangan dengan Islam yang memerintah umatnya untuk saling menjaga silaturahim, memelihara rasa kasih sayang persahabatan, serta tidak berbuat kerusakan di muka bumi.

Mau dapat Tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya sekarang juga!

2. Meminta Maaf kepada Orang yang Dighibah

Pendapat lainnya menyatakan harus meminta maaf secara langsung kepada orang yang telah kita ghibah. Meminta maaf kepada orang yang kita bicarakan keburukannya menjadi syarat agar taubat kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ghibah adalah perbuatan buruk yang telah melanggar hak Allah, dan juga telah melanggar hak sesama manusia. Karenanya selain memohon ampun pada Allah, mendapatkan permintaan maaf dari orang yang telah kita rugikan adalah hal yang harus dilakukan.

Dalam hal ini, orang yang menerima permintaan maaf juga harus berlapang dada dan memaafkan. Saudaranya itu sudah memberanikan diri untuk meminta maaf, maka sudah seharusnya kita memaafkannya. Memberikan maaf kepada orang lain juga akan mendatangkan ridho dan cinta Allah.

Pendapat tentang cara menghapus dosa ghibah ini dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Al Ghazali, Imam Qurtubi, dan Imam Nawawi. Para ulama tersebut mendasarkan pendapat mereka kepada hadis Rasulullah berikut ini:

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu, bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya.” (HR.Bukhari)

Jika kerugian yang kita timbulkan adalah berupa harta benda, maka kita harus menggantinya sebagai salah satu bentuk taubat. Namun, jika kita melukai saudara sesama Muslim dengan ghibah, maka kita harus menebusnya dengan meminta maaf kepada mereka.

https://www.instagram.com/p/CN6xHaWnh4-/?igshid=1kev8z9s18dz9

https://www.facebook.com/585394821902020/posts/1198237730617723/?app=fbl