lazizmu plupuh

Yanto Wiyono Sakimin (62) adalah salah satu mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS yang berprofesi sebagai penjual bakso di sekitaran pasar induk Cipinang yaitu pusat penjualan beras yang ada di Jakarta Timur.

Lebih dari setengah hidupnya menekuni usaha jualan bakso keliling atau lebih tepatnya sudah 40 tahun lamanya, bahkan sampai saat ini sudah berganti gerobak sebanyak 4 kali, namun Yanto masih tekun menjalani usahanya sampai saat ini karena setiap harinya mempunyai motivasi kuat untuk terus beraktifitas berjualan bakso.

Menurut pendamping program Mustahik Pengusaha LPEM BAZNAS, Arief Wibawa mengungkapkan bahwa berjualan bakso baginya adalah bagian lain dari dirinya yang tidak akan pernah terpisahkan, karena Berjualan bakso bisa membuatnya menyekolahkan anak anaknya ke jenjang SMK lalu menikah . Bisa membuatnya memiliki rumah di kampung halamannya solo, serta bisa untuk mencukupi kebutuhan kebutuhannya selama ini.

Motivasi usaha yang sangatlah besar yang hanya segelintir orang yang mampu untuk berada di level seperti Yanto. Di usianya yang sudah tua, ia masih sanggup untuk mendorong gerobak keliling pasar induk yang sangatlah luas. Memproduksi bakso dari subuh dan berlanjut berjualan dari siang sampai malam setiap harinya.

Pendamping LPEM BAZNAS mendorong Yanto untuk termotivasi bukan hanya di usaha baksonya, namun juga termotivasi lebih di aspek spritualnya serta rutin menabung setiap harinya sehingga suatu saat nanti bisa digunakan untuk melaksanakan rukun Islam yang terakhir yaitu menunaikan ibadah haji.

Motivasi tersebut disambut baik oleh Yanto dengan disertai dukungan oleh anaknya bernama Eka, serta ia menyanggupi untuk membantu sang ayah untuk mewujudkan keinginannya tersebut.

#BAZNAS
#LpemBaznas
#MustahikPengusaha
#semestakebajikanzakat