lazizmu plupuh

Bekerja dari rumah merupakan kebijakan berupa physical distancing yang dibuat pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut membuat banyak aktivtas pembelajaran dan peternakan berkurang. Meskipun demikian BAZNAS tetap berupaya memberikan pendampingan kepada para mustahik binaan dan masyarakat umum. 

Melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM), BAZNAS meningkatkan kapasitas peternak Mustahik dan pelaku usaha peternakan lainnya dengan memanfaatkan teknologi informasi, yakni LPPM Class Online yang digelar melalui platform Google meet. Diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia kegiatan ini mengangkat tema `Efisiensi Biaya Produksi Ternak dengan Manajemen Kesehatan`.

Materi disampaikan oleh Kepala LPPM BAZNAS, drh. Ajat Sudarjat dan didampingi oleh Supervisor Program, Muhamad Sirajatun Kurniawan.

Salah satu peserta, Lalan Ruslan, yang merupakan pekerja di Mekkah, Arab Saudi sangat tertarik mengikuti program kelas online ini. Ia mengaku bersyukur diberi kesempatan untuk belajar tentang peternakan lewat kelas online LPPM ini.

`Saya tertarik dengan program pelatihan online ini untuk mempersiapkan masa depan saya nanti kalau pulang kampung,` ujar Ruslan.

Berlangsung selama 2 jam, peserta BAZNAS Online Class Farming sangat antusias mengikuti kegiatan ini. BAZNAS berkomitmen akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini sehingga lebih banyak lagi pelaku usaha yang dapat meningkatkan kapasitas sebagai peternak.

Hal yang sama juga dilakukan oleh lembaga program BAZNAS lainnya Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM). Sebagai alternatif untuk mengisi kegiatan di tengah pandemic, LPEM menggelar  edukasi kepada UMKM dengan tema Strategi pre-Order dan Kolaborasi UMKM di Tengah Wabah Covid-19. UMKM Class ini berlangsung selama 2 jam membahas tentang sistem pre-order dan strategi UMKM di tengah wabah virus Covid-19.

Koordinator Pengembangan Usaha Mustahik, Raden Ahmad Nabhan, mengangkat tema kolaborasi dimaksudkan agar UMKM memahami seluk-beluk dan strategi kolaborasi sehingga tidak kehilangan pemasukan. Sementara sistem pre-order dapat menekan kerugian di tengah ketidakpastian permintaan pasar.

`Kedepannya, LPEM BAZNAS akan terus berupaya memberikan pendampingan melalui kelas online lainnya kepada pelaku UMKM di Indonesia dan bahkan tidak hanya menghadirkan pihak internal juga akan melibatkan pihak eksternal yang ingin berbagi ilmunya,` jelasnya.